Islam “Sakit” karena Umat Islam Sendiri
Ingat sebuah hadist yang menerangkan bahwa pada suatu saat umat Islam yang memegang teguh agama Islam seperti memegang bara api, sehingga tidak akan lama umat Islam menjalankan akidah Islamnya karena banyaknya tekanan dan penderitaan yang dirasakan. Saudaraku, itulah yang sedang saya rasakan atau mungkin engkau juga merasakannya. Saya sedih melihat pemberitaan yang selalu memojokkan agama Islam hanya karena orang-orang yang (maaf) berpikiran terlalu pendek yang malah merusak nilai-nilai agama yang sempurna ini. Untuk di negeri-negeri tetangga yang memang keadaannya memungkinkan untuk melakukan jihad, saya tidak akan berkomentar banyak. Tetapi untuk di Indonesia, Astagfirullahal Adzhim. Saudaraku, kalau memang Islam mengajarkan untuk membela panji-panji Islam dengan membinasakan umat lain yang “dianggap” musuh, maka renungkanlah mengapa Nabi Muhammad masih melindungi penduduk yang beragama selain Islam di Mekkah, meskipun dengan membayar sebuah “upeti” kepada umat Islam saat itu. Ingatkah engkau, pesan Rasullulah bahwa jihad terbesar bukan membunuh orang kafir akan tetapi mengendalikan hawa nafsu, termasuk hawa nafsu untuk membunuh. Apakah tingkatan imanmu hanya terbatas hanya pada jihad berperang melawan musuh yang tampak saja padahal ALLAH SWT menjanjikan pahala yang lebih besar daripada itu. Saudaraku, membunuh bukanlah jawaban atas kondisi umat Islam saat ini, seandainya orang-orang yang mengaku dirinya “mujahid” yang telah gugur dalam pengeboman di Indonesia, mereka pasti akan menyesali perbuatannya dulu. Bukan doa keselamatan yang diberikan kepada mereka akan tetapi cercaan, celaan bahkan tuntutan umat Islam sendiri di akhirat bila mereka bertemu keluarga muslim yang tidak terima atas perbuatannya tersebut. Wahai saudaraku yang mempunyai ilmu agama yang tinggi, amalkanlah ilmumu dengan benar. Islam datang dengan kasih sayang janganlah kau rusak dengan sifat-sifat syeitan, yakni kebencian dan kebinasaan. Sungguh saya bukan orang yang pintar dalam ilmu agama, tapi saya memeluk agama ini karena agama ini telah mengajarkan saya makna hidup. Saudaraku, engkau tidak mengetahui takdir seseorang, sudahkah engkau renungkan apabila orang-orang kafir yang telah engkau bunuh 5 tahun lagi akan memeluk Islam karena hidayah ALLAH SWT dan menjadi orang yang bersedia menyerahkan hidupnya kepada Islam dengan berdakwah dan mengajarkan agama Islam kepada saudaranya yang belum mengenal Islam di negaranya. Masihkah engkau merasa bangga telah membunuh mereka. Ingatlah dunia hanya terdiri dari dua hal yang berlawanan, halal-haram, baik-buruk, kafir-muslim, apakah orang yang jahat selama hidupnya akan terus jahat?Apakah orang kafir selamanya menjadi kafir?Apakah orang muslim selamanya menjadi orang muslim?Belum tentu saudaraku. Sungguh saya ingin bertemu denganmu, apa yang ada di benakmu saudaraku, engkau adalah orang Islam yang lembut dan menjadi cahaya bagi alam semesta. Seandainya engkau masih haus untuk membinasakan umat lain dan sebagian umat Islam lainnya, cukuplah saya yang engkau binasakan daripada engkau membuat umat Islam yang lain semakin sengsara dan susah dalam menjalankan ibadah dan akidahnya. Sesungguhnya ketika ALLAH SWT menghendaki sesuatu terjadi maka akan terjadi.